major-indie-agregator

Major Label, Indie Label, dan Agregator Musik

Major Label

Biasa juga disebut dengan Perusahaan Rekaman, menurut Wikipedia, Major Label adalah perusahaan yang mengelola rekaman  dan penjualannya, termasuk promosi dan perlindungan hak cipta. Mereka biasanya memiliki kontrak dengan artis-artis musik dan manajer mereka. Saat ini ada 4 perusahaan rekaman besar yang biasa disebut The Big Four Major Lables yang menguasai sekitar 70% pasar musik dunia, yaitu Warner Music Group, EMI, Sony BMG, dan Universal Music Group. Jasa pendistribusian dari Major Label ini biasanya digunakan oleh para Band/Soloist yang ingin menempuh jalan instan dalam memasarkan musiknya dan mendapatkan banyak penggemar. Umumnya musisi dan penyanyi Indonesia sangat menggantungkan Major Label untuk menjadi terkenal dan sukses menjual lagu-lagunya di pasaran. Bisa dibilang Major Label adalah Investor terbesar dalam dunia industri musik pada umumnya dan oleh karena itu tidaklah mudah bagi para musisi yang ingin menjual musiknya untuk diterima oleh Major Label. Demo lagu yang dikirimkan ke Major Label yang sudah dikirim dan tentunya akan menjadi hak milik Major Label tersebut namun hanya akan diterima untuk kontrak kerja jika demo lagu tersebut sesuai dengan kriteria yang mereka tawarkan.

Sekarang ini kontrak dengan Major Label memang menjadi hal yang ‘tabu’ dikarenakan banyaknya para artis yang hanya menikmati ketenaran instan yang hanya sementara saja lalu sangat sulit bagi mereka untuk bangkit kembali di industri musik dengan bermunculannya artis-artis baru. Ironisnya, kebanyakan artis yang bernaung dibawah Major Label kebanyakan tidak memiliki lagu dan talenta yang berkualitas. Para musisi senior dan berbakat bisa dengan mudah disaingi oleh para remaja pendatang baru yang hanya mengandalkan tampang dan lagu yang sangat sederhana. Dan yang lebih ironis lagi, para artis harus mau merubah genre dan karakternya sesuai keinginan pasar. Jika tidak mau berubah, ya tidak ada kontrak.

Menjadi musisi yang Independen bukannya harus anti untuk menggunakan jasa Major Label karena harus diakui bahwa suatu keberuntungan besar untuk bisa diterima oleh Major Label sebagai cara tercepat untuk meraih kesuksesan di industri musik. Namun perlu diingat bahwa tidak ada yang abadi di dunia selain perubahan, ketika masanya sudah habis dan Label tidak mau bekerja-sama dengan Band kita, kita harus bisa terus berkarya dan menjadi artis yang independen dalam memasarkan karya musik kita. Bekerja dengan Major Label bisa menjadi sebuah Startup yang dahsyat selama kita memahami betul tiap detail dari kontrak kerja-sama dan benar-benar punya planning yang pas untuk menyesuaikan dengan kontrak tersebut. Jadi jangan hanya menggantungkan sepenuhnya masa depan karir musik kita pada mereka.

Indie Label

Pada awalnya Indie Label adalah perusahaan rekaman kecil yang didanai secara independen dan terlepas dari Major Label karena sesuai namanya Indie yang diambil dari kata Independent yang berarti merdeka atau mandiri. Namun seiring dengan berjalannya waktu yaitu sekitar tahun ’90an, perbedaan antara Major Label dengan Indie Label mulai samar dan beberapa nama Indie Label besar sebenarnya adalah perusahaan distribusi dari Major Labels.

Agregator Musik

Istilah Agregator Musik ini memang terdengar cukup asing tapi sebenarnya perannya sudah banyak dirasakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya para musisi independen yang ingin mendistribusikan hasil rekamannya. Persyaratan untuk bergabung juga cukup ringan dan tanpa campur tangan dalam hal manajemen dan urusan dapur lainnya memberikan angin segar bagi para musisi. Para artis cukup mempersiapkan hasil karyanya lalu menyetujui kontrak jasa distribusi yang mereka tawarkan. Ada yang menawarkan sistem sharing profit atau bagi hasil yang angkanya berkisar mulai dari 50%-50% sampai dengan 15%-85%, dan ada juga yang menawarkan sistem distribution fee yaitu sejumlah fee yang harus dibayarkan oleh musisi kepada musik agregator untuk mendistribusikan konten musiknya ke seluruh toko musik digital di dunia. Oleh karena itu sesuai dengan perannya ini Agregator Musik bisa juga disebut sebagai Distributor Musik. Namun perlu diingat bahwa kita juga tidak boleh gegabah dalam memilih Agregator Musik sebagai mitra kerja kita. Luangkan beberapa waktu untuk mempelajari baik-baik sistem kontraknya masing-masing dan bandingkan antara satu agregator musik dengan yang lainnya untuk mencari mana yang lebih cocok untuk kita jadikan partner.

Kesimpulan

Berikut beberapa hal yang harus dipastikan/ditanyakan kepada Label ataupun Agregator sebelum kita menandatangani kontrak perjanjian kerja dengan mereka :

  • Apakah perjanjian yang ditawarkan sudah termasuk publikasi atau promosi untuk sang artis/band ? Jika iya, berapa lama jangka waktu yang ditawarkan ?
  • Apakah ada biaya lain yang harus dibayar, atau berapa total nominal uang yang harus kita bayar jika kita mengambil penawaran tersebut ( rincian semua penawaran ).
  • Berapa perincian royalti untuk setiap penjualan yang akan terjadi dan bagaimana sistem pembayarannya ?
  • Bisakah kita mendapatkan perkiraan profit dari metode distribusi yang mereka tawarkan ?
  • Apa hak-hak kami jika kontrak kami hentikan ?
  • Apakah ada potongan pajak dari profit nett yang akan kita terima nantinya ? Jika iya, berapa potongannya ?

Selanjutnya mari kita ulas satu-persatu mengenai beberapa Agregator Musik dari luar negri maupun yang berasal dari Tanah Air sebagai bahan pertimbangan untuk memilih mana yang paling cocok untuk kita pilih sebagai partner dalam mendistribusikan musik kita.

Oleh Frida Erli, founder MusisiIndependenIndonesia.com.

email

17 thoughts on “Major Label, Indie Label, dan Agregator Musik”

  1. Terima kasih atas artikelnya, ini cukup bermanfaat & bisa menjadi tolak ukur untuk planing kami kedepannya.
    Sukses terus & support terus karya musik anak negri.
    Selamat pagi

  2. Hrs brp lagu untuk kerjasamanya? bagaimana dan apa persyaratannya?
    ke alamat mn kita mengontaknya?
    Trima kasih ata balasan dan perhatiannya..

    1. Kami bukan Label/perusahaan rekaman maupun agregator/distributor, kami mendukung para musisi independen yang mau terus berkarya di dunia musik walaupun tanpa dukungan dari label indie maupun major.

  3. Bagaimana menyatukan tujuan dan prinsip sebuah band bahwa sebenernya kita bisa berkarir dalam musik tanpa harus mengesampingkan pekerjaan pokok ? Soalnya beberapa band menyarankan agar totalitas, sedangkan the sigit bisa terus jalan dengan latar pendidikan tinggi dan pekerjaan sesuai bidangnya. Terimakasih.

    1. Hidup seslalu tentang pilihan, setiap saat kita dihadapkan pada pilihan2 untuk kita pilih. Beberapa band yang memilih untuk totalitas saya yakin hasilnya pun juga total dan sesuai kerja keras yang mereka lakukan. Dalam bidang/bisnis apapun saya yakin juga begitu, dan kerja keras itu juga mencakup latihan yang rutin, management yang baik serta kekompakan & komitmen team yang kuat harus tetap dijaga. Tiap anggota band maupun management team harus bisa membagi waktu layaknya pekerja profesional lainnya. Semakin banyak bidang yang kita geluti maka semakin banyak pula beban yang harus kita tanggung dan selama hal itu mampu untuk kita kerjakan ya saya kira gak ada masalah, toh kita bisa hire beberapa orang yang akan membantu kita nantinya. Tapi sekali lagi kita sendiri harus bisa menempatkan diri agar bisa mengambil keputusan yang tepat tentang apa yang bisa kita lakukan.
      jika ada masukan lain, silahkan ditambahkan :)

    1. Kalo itu ya tergantung produsernya juga, agan kalo punya kenalan produser ya bisa lebih gampang nanti tinggal dikomunikasikan saja dengan beliaunya. Kami cuma menekankan untuk kualitas musiknya agar diperhatikan dan dijaga saja karena kan gak ada juga produser yang mau rugi karena produknya gak laku.

  4. saya punya band, rock reggae, saya dari lampung, nama band saya java chil’d voice, saya udah punya lagu tapi mau rekaman nggak ada modal
    tolong bantu kita dong

  5. permisi min, band saya mau cari manager. ada kenalan yg mau jadi menager engga min? 081282120034 nomer saya min. terima kasih 😊

    1. Kalo saran kami bisa masuk ke halaman MUSIK website ini dengan mengupload video musik kalian di Youtube agar bisa kami tayang jg di web ini.
      Salam MII

  6. Cara kirim demo CD ke label gimana ya? Band sayya genre Pop namanya “d’Edelweiss” single yang udah di selesaikan ada 6 ingin menuju 10 lagu. Kita Sedang berusaha untuk mempopulerkan lagu kita

    1. Web ini adalah komunitas musisi Indie yang tidak seharusnya mengandalkan Label, namun tidak juga ‘memusuhi’ label. Kami sangat tidak menganjurkan untuk HANYA menggantungkan nasib/karir musik siapapun kepada Label. Kenapa tidak berfikir untuk supaya Label yang mencari kita/band kita? Terus berkarya, anggap musikmu adalah karir profesionalmu, bangun manajemen yg baik dan dokumentasikan semua karyamu hingga siapapun dengan mudah dapat mencari bandmu. Hingga suatu saat jika ada label yang tertarik ya bisa dengan mudah mendapatkanmu. Kalo tidak, masih banyak yg bisa kita lakukan sebagai musisi jika kita benar2 bermusik dengan hati.
      Salam MII

  7. Hello!

    Perkenalkan, saya Ishak Tanoto, salah satu Co-Founder dari Layanan Distribusi Musik 5BEAT (www.5beat.com). Kami adalah layanan distribusi musik digital independen yang telah beroperasi sejak 2015.
    Berikut adalah layanan yang kami sediakan :

    Main Services :
    1. Digital Distribution
    Layanan Digital Distribution kami memungkinkan musik kamu untuk dirilis di lebih dari 40 online store di seluruh dunia seperti iTunes, Apple Music, Deezer, Spotify, Guvera, Beatport, Yonder, dan masih banyak lagi ! Dengan biaya tahunan yang terjangkau, kamu bisa menerima 100% Royalti dari musik kamu yang tersebar di online store tersebut.

    2. Youtube Monetization
    Ingin musik / video (MV) kamu bisa menghasilkan income melalui Youtube ? Melalui layanan ini, 5BEAT bertujuan untuk membantu para musisi, labels, dan publisher untuk mengumpulkan royalti dari musik / MV yang tersebar di Youtube. Dengan menggunakan teknologi digital printing (digital tracking), kamu bisa mendapatkan rolayti baik dari materi yang diupload sendiri maupun dari materi milikmu yang digunakan dalam video milik orang lain.

    3. Ringback Tone (RBT) Distribution
    Transformasikan musik kamu menjadi nada sambung pribadi (Ringback Tone), dan raih pemasukan dari royaltinya ! Musik kamu akan didistribusikan ke provider telekomunikasi (Telco) ternama di Indonesia seperti Telkomsel, Indosat dan XL. Kami jamin musik kamu akan langsung di-approve oleh Telco !

    4. SMS/WAP Distribution
    Raih penikmat musik kamu sampai ke pelosok ! Melalui WAP Store kami, para fans bisa membeli musik kamu langsung dari perangkat mobile mereka lewat SMS (Short Messaging Service) broadcast dan WAP Store, dengan menggunakan pembayaran melalui pulsa (saat ini mendukung Indosat & XL), sehingga pengguna non-smartphone pun bisa menikmati musik kamu ! Cocok buat kamu yang mau menggapai fans sampai ke daerah – daerah. Selain musik, kamu juga bisa mendistribusikan Gambar (Wallpaper) dan Video lho !

    Other Services

    1. Music Video Production – harga mulai dari Rp. 750.000,-
    2. 5BEAT Shop – Jual CD dan merchandise kamu melalui marketplace musik terbesar di Indonesia
    3. ISRC Lokal – Daftarkan musik kamu dan dapatkan ISRC lokal

    Kami tidak sabar untuk mendengar feedback dari kamu !

    Jangan segan – segan untuk menghubungi kami apabila ada pertanyaan lebih lanjut.
    Terima Kasih !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *