twitter tips

5 Tips Untuk Merubah Band Menjadi Twitter Rock Stars

Twitter adalah alat yang ampuh untuk menjangkau para audiens kita dan menghubungkan kita dengan para fans baru. Dengan hanya beberapa bimbingan yang mudah, Band kita akan memiliki broadcast medium yang kuat untuk menyuarakan banyak hal.

Mungkin sebagian dari kita sudah pernah mencoba menggunakannya lalu tidak mengerti dan tidak bisa menikmatinya. “Kenapa orang-orang mau membaca tentang apa menu makan siang kita?” kadang kita mendengar pertanyaan seperti itu dari rekan se-band kita.

OK. Baik. Anda benci Twitter dan tidak tertarik. Poinnya ada disini: Menurut survey, Twitter terlacak sudah melampaui 500 juta pengguna tahun ini (2013). Hal ini benar-benar diluar jangkauan dari sebuah Band lokal tiruan Bon Jovi dari Nowheresville, New Jersey yang umumnya bisa diharapkan bukan ? Itulah alasan untuk menjadi pengguna aktif  Twitter. Kita hanya butuh bimbingan yang baik untuk kita ikuti dan kita akan dapat menarik banyak fans dari segala penjuru dunia. Dari sini mungkin kita akan mulai menikmatinya.

1. Semua punya akun, dan aktif didalamnya.

Hal ini sangatlah penting. Seringkali seorang anggota Band akan menjadi aktif di Twitter disana-sini, dan benar-benar terus mempromosikan Band-nya: dimana mereka manggung selanjutnya, bagaimana cara membeli t-shirt dll. Hal ini sebenarnya tidaklah cukup. Band secara keseluruhan harus berkomitmen untuk melakukannya sebagai jalan untuk mempromosikan Bandnya dan membangun follower/pengikut. Berarti semua anggota Band harus punya akun Twitter sebagai tambahan yang mendukung akun Bandnya. Yang selanjutnya mengarah ke nomor 2…

2. Jadilah seperti KISS: ciptakan ciri khas yang kuat.

Hal ini bukan berarti kita tidak boleh jadi diri sendiri, tapi tiap anggota Band harus memasukkan penampilan dan kepribadian yang unik kedalam akun Twitter-nya. Empat orang pria yang secara bersamaan nge-tweet “Hadirilah show kami jum’at ini” akan menjadi kuno secepatnya. Tidak akan ada yang peduli dan tidak kan memperoleh follower/pengikut karena hal itu tidaklah menarik. Jadi jika drummer kita hobi dengan mobil, lalu dia mengicaukan foto-foto dari Car Show yang dia datangi, atau sebuah foto dia yang sedang balapan. Jika suatu hari dia kerasukan rohnya Keith Moon (Drummer The Who yang terkenal sangat nakal dan hyper aktif), mungkin akan ada video clip menampilkan dia sedang mengemudikan Rolls Royce menuju sebuah kolam renang. Intinya, buat para fans benar-benar mengikuti kita dan bantu mereka untuk menjalin hubungan dengan kita. Jika topic tiap anggota Band saling berhubungan satu sama lain, maka para fans memiliki alasan untuk mengikuti setiap anggota Band. Dan itu adalah sebuah kesempatan yang lebih besar untuk berhubungan dengan mereka.

3. Aplikasi otomatis untuk para Tweeple.

Jangan menerima tawaran untuk mengkoneksikan akun Twitter dengan akan Facebook anda. Hal itu terkesan malas dan mengurangi power dari promosi utama (kita akan bahas tentang Facebook dilain waktu – fb adalah sesuatu yang benar-benar beda). Daripada melakukan itu, lebih baik pakailah Hootsuite atau Buffer dan kaitkan rekan band kita yang lain dengan beberapa login jadi semua bisa menjadwal dan me-manage akun Twitter mereka masing-masing dari satu tempat/sentral. Download juga aplikasinya ke masing-masing HP.

Menjadwal tweet kita akan menjadi suatu keharusan untuk memastikan bahwa kita tetap ada dalam radar para fans. Minimum beberapa tweet sehari. Setiap beberapa jam akan lebih baik lagi. Tetaplah memeriksanya setiap hari untuk bertwrima kasih kepada fans untuk Retweet (RT)nya dan jawablah pesan yang ada. Dan retweet juga dengan cara klasik dengan meng-copy tweet seseorang dan menambahkan “RT@username” sebelum kalimat tweetnya. Hootsuite dan aplikasi semacamnya memiliki setting untuk melakukan hal ini secara otomatis jadi bukan  masalah.

4. Follow or die!

Yeah, terdengar kasar tapi memang begitu kenyataannya. Kecuali kita seorang Justin Bieber atau artis terkenal lainnya, kita harus mem-follow orang-orang supaya mereka juga mem-follow kita. Follow beberapa ratus orang yang sekiranya keren dan menyukai musik kita untuk permulaan. Kita bisa melihat para follower dari artis idola kita untuk mencari tahu kira-kira siapa yang harus kita follow duluan. Dan pada saat kita membangun following, kita juga mau memilih beberapa orang yang tinggal di dekat wilayah kita. Mungkin club tempat kita manggung punya akun Twitter, kita harus follow mereka dan beberapa follower mereka. Beberapa orang lokal dan lainnya akan membantu waktu kita punya jadwal show/gig untuk dipromosikan.

5. Katakan kepada fans dan buat mereka tetap merespon.

Akhirnya, ingatlah untuk mengumumkan akun Twitter Band kita di setiap show dan cantumkan juga di website, facebook kita – kalau perlu buatkan tattoo di kening kita :). Adakan kontes pada saat show dimana orang-orang harus me-retweet kita untuk berkesempatan memenangkannya. Tweet foto-foto menarik dari momen-momen tersebut. Tawarkan beberapa link ke video dan hal-hal menarik lainnya. Jadilah kreatif dan bersenang-senanglah. Tapi jangan lupakan satu hal yang paling berharga tentang Twitter: Komunitas. Bermurah-hatilah untuk me-retweet orang-orang, jalinlah percakapan yang menyenangkan dengan orang-orang: berbagi dan terus berbagi. Anda akan terkejut tentang siapa diluar sana yang mendengarkan. Dunia benar-benar menjadi panggung kita. Dan dengan begitu, kita akan menjadi Twitter Rock Stars!

Happy Tweeting!

Oleh Keith Link, Editor Senior. Dipublikasikan pada  Mar 5, 2013 pada The Biz

email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *