music for Film n tv shows

5 Cara Ampuh Untuk Dapat Menjual Musik di Industri TV dan Film

Komposer David Whiteside menawarkan nasehat untuk para musisi dalam me-lisensi-kan musiknya untuk acara TV dan Film.

Maraknya channel-channel TV kabel baru di seluruh dunia sekarang ini telah membuka banyak peluang untuk penempatan musik di industri pertelevisian dan Film. Dari banyak sisi, ini menjadi hal yang baik untuk para produser dan komposer, yang dalam artikel ini menjadi target utama nasehat ini ditujukan. Dan masih, kompetisi untuk penempatan musik sangatlah ketat. Tentunya aturan main tetap sama : semakin banyak kontrak = semakin banyak uang yang didapat : dan berikut 5 hal yang bisa kita lakukan untuk mengimprofisasi pekerjaan kita di dunia musik.

1. Berfikirlah Seperti Seorang Tukang Pembuat Musik, Bukan Seorang Artis

Ada yang namanya seni dalam mambangun musik agar mendapatkan kontrak/penempatan secara rutin, khususnya di industri pertelevisian. Ini bukan tentang menciptakan sebuah lagu yang dahsyat sepanjang zaman, walaupun tentunya hal itu juga bisa membantu; kita berbicara tentang musik yang sebenarnya bisa digunakan untuk gambar. Apa maksudnya ? Musik-musik yang telah mendapat tempat di Televisi sebenarnya memiliki karakteristik tertentu yang membuatnya bisa digunakan dan mudah untuk dipakai kerja. Contohnya, instrumental yang memiliki intro yang cepat, seperti satu bar kata/ritme yang pendek  atau sebuah penekanan not yang sederhana, akan lebih banyak digunakan daripada track yang memiliki intro dengan lirik yang heroik sekalipun, karena intro yang cepat dan langsung sangatlah mudah digunakan untuk editor film. Aktifitas melodis adalah contoh lainnya, dimana sebuah potongan musik dengan melodi yang terlalu aktif, akan sangat jarang digunakan jika bercampur dengan dialog atau akan mengacaukan fokus di layar. Prinsip-prinsip serupa bisa diaplikasikan dalam menulis lagu untuk lisensi film dan TV, terutama dalam hal-hal subyektif.  Lagu-lagu depresi tentang perjuangan hidup kan sangat jarang digunakan. Sebaliknya lagu-lagu positif, menyenangkan dan enerjik mendapatkan lebih banyak penempatan kedepannya (repeat placements).

Sewaktu kita menulis lagu untuk TV dan film, ingatlah bahwa hal-hal yang berpotensi untuk mungkin bukanlah hal-hal yang ada di dalam hati kita, namun itu mungkin lebih baik dalam menghasilkan income untuk kita.

2. Berusaha Untuk Mencapai Posisi Atas di Chart Musik

Disini bukan berarti meng-copy lagu-lagu yang ada di posisi atas chart musik, itu bukan hal yang baik. Yang disarankan disini adalah, bahwa membuat lagu dengan style dan karakter dari lagu-lagu yang sedang populer dalam chart akan dapat merubah pekerjaan kita yang serabutan menjadi sebuah kontrak/penempataan yang signifikan. Mengapa ? Satu, para supervisor musik seringkali tidak memiliki budget/dana untuk melisensi lagu-lagu yang sedang hit pada waktu tertentu, jadi lebih baik mereka mencari  lagu-lagu dengan karakter yang mirip yang ditulis dan diproduksi oleh para musisi independen. Alasan lain yang tidak kalah penting, adalah bahwa seringkali editor show TV bertanggung jawab untuk menemukan musik secara temporer untuk scene-scene yang sedang mereka kerjakan. Hal ini benar adanya terlebih dalam realitas dunia pertelevisian. Untuk menemukan musik-musik ini umumnya mereka menggantungkan pada perpustakaan-perpustakaan musik yang sangat besar, yang memiliki kontrak dengan show dari perusahaan produksi. Untuk menavigasi para perpustakaan raksasa ini, para editor video melakukan pencarian melalui fitur yang disediakan oleh perusahaan lisensi untuk memburu melalui database musik, yang seringkali keyword/kata kunci-nya adalah artis-artis yang sedang populer saat itu.

3. Sediakan Beberapa Pilihan Versi

Dalam menempatkan musik, kebanyakan perpustakaan musik menginginkan supaya kita menyediakan beberapa versi : full mix, clean tanpa kata-kata kasar, acapella, dan instrumen. Diluar itu, terutama untuk versi instrumental, menyediakan beberapa versi tersebut akan benar-benar menambah fungsi dari musik kita dan membuatnya lebih serba-guna: tanpa drum-mix, mix tanpa melody lead, drums saja, versi 30 detik dan intro cepat jika tracknya memiliki intro yang panjang. Dengan menyediakan beberapa pilihan versi dari musik kita akan sangat memudahkan para editor film, yang tentunya hal ini sangat baik!

4. Bangun Relasi

Hal ini harusnya menjadi aturan nomor 1. Menjadi orang yang disukai, berteman dengan para ‘pembuat keputusan’ seperti para editor film, music supervisor, produser atau direktur show TV akan memberikan timbal balik yang sangat besar dalam penggunaan musik kita daripada hampir semua hal lainnya yang bisa kita usahakan. Tentunya kebanyakan dari kita para pembuat musik ingin menggunakan waktu kita untuk melakukan hal-hal yang kita sukai yaitu membuat musik, dan maksud untuk keluar secara rutin untuk membangun relasi ini bisa menjadi sebuah pekerjaan full-time dengan sendirinya.

Jika lalu kita menemukan bahwa kita tidak mampu untuk membangun relasi seperti itu entah karena alasan waktu & tempat atau hanya sekedar bukan kepribadian kita, setidak-tidaknya pastikan bahwa kita punya relasi dengan para perpustakaan musik yang akan membeli musik kita. Para perpustakaan musik sangatlah sukses, bukan hanya karena konten dari katalognya, tapi lebih dari itu adalah karena relasinya yang bagus dengan para pembuat keputusan akan musik apa yang digunakan. Kebanyakan perpustakaan musik memiliki ‘on-line submissions tools, dan jika mereka menyukai musik kita dan mereasa bisa menempatkannya, mereka akan mengambilnya. Jadi memasuki perpustakaan musik saat ini sebenarnya cukup mudah.

Tetapi daripada hanya menjadi produser, komposer ataupun penulis lagu didalam kolong yang sangat besar, kita sebenarnya bisa memisahkan diri dengan menghubungi perusahaan lisensi kita dan membicarakan untuk mengetahui apa yang bisa kita lakukan untuk memudahkan mereka. Mereka akan sangat menghargainya jika kita mau membagi sedikit hasil dari musik untuk mengisi lobang defisit mereka. Dan ketika mereka mengirim musik kita ke sebuah show TV atau Film, jangan ragu untuk mengirim kontak perpustakaan kita sebuah ucapan terima kasih atau sebuah bingkisan untuk menunjukkan apresiasi kita.

Seperti halnya industri lain selain musik, jika orang-orang menyukai kita, mereka akan bersedia menolong kita. Ingat saja untuk selalu berjalan pada jalurnya dan jangan sampai terlalu menyebalkan. Jangan membuat kesal orang-orang di perpustakaan musik dengan pertanyaan seperti “kapan saya dibayar ?” atau “apa musik saya mendapat penempatan akhir-akhir ini ?” Mereka tentunya ingin fokus mengerjakan musik dari semua kliennya dan kita para musisi bisa mendapatkan penempata (uang), bukannya membuang-buang waktu menampung banyak pertanyaan dari para penyedia musiknya.

5. Memahami Prinsip Pareto

Prinsip Pareto juga dikenal sebagai ‘aturan 80-20‘ yang menyatakan bahwa untuk banyak kejadian, sekitar 80% daripada efeknya disebabkan oleh 20% dari penyebabnya. Prinsip ini diajukkan oleh pemikir manajemen bisnis Joseph M. Juran, yang menamakannya berdasarkan ekonom Italia bernama Vilfredo Pareto (15 July 1848 – 19 August 1923), yang pada 1906 mengamati bahwa 80% dari pendapatan di Italia dimiliki oleh 20% dari jumlah populasi.Fenomena dari Pareto Principle teraplikasi dengan sendirinya dalam hampir semua model ekonomi. Contoh : 80% dari penjualan sebuah bisnis berasal dari 20% produknya. Hal ini tentunya dengan mengesampingkan kondisi politik dan ekonomi dari sebuah neegara. Banyak perusahaan menggunakan model ini untuk memperkirakan kelangsungan hidup produknya. Tentunya rasio ini akan bervatiasi, bisa 10%-90%, 25%-75%, dll, namun rasio 80/20 adalah yang paling umum.

Lalu, bagaimana hal ini diaplikasikan pada bisnis musik kita ? Jika kita menghasilkan uang dari katalog musik melalui lisensi, kemungkinannya aadalah seperti kebanyakan model ekonomi lainnya, 20% dari pekerjaan kita adalah alasan/penyebab dari 80% pendapatan asli kita. Hubungan dari prinsip Pareto ini terhadap katalog musik kita adalah membuat kita fokus dengan lebih produktif mengenai dimana dan bagaimana musik kita digunakan. Mungkin 20% dari perusahaan Lisensi yang menjadi partner kita yang menghasilkan 80% dari royalti kita : lalu sebenarnya cukup bijak untuk mendapatkan 20% lebih dari musik kita bukan ?

Atau mungkin sekitar 20% dari musik kita di katalog adalah hasil sesungguhnya dari 80% seluruh penempatan kita ; jadi seharusnya sangatlah bijak untuk menciptakan musik dengan style seperti yang 20% itu. Sekali lagi, prinsip ini tidaklah stagnan. Waktu beberapa style musik baru bermunculan, dan lalu kita membangun relasi untuk kesempatan mendapatkan penempatan/kontrak, kita akan menemukan bahwa faktor baru akan mulai memberikan 20% dari usaha kita yang akan menghasilkan 80% pendapatan kita. Jadi, sangatlah penting untuk untuk secara rutin mengkaji katalog kita dan dari mana kesempatan kita datang, dalam rangka supaya kita bisa mem-fokuskan energi kita ke arah yang produktif!

Semoga nasehat ini akan membantu kita semua untuk mendapatkan lebih banyak penempatan. Dengan mindset/pola-pikir yang benar, lisensi musik bisa jadi sangat menguntungkan dan menghasilkan kucuran uang.

email

One thought on “5 Cara Ampuh Untuk Dapat Menjual Musik di Industri TV dan Film”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *